Jangan Lupakan Museum Sumpah Pemuda

museum sumpah pemuda

Salah satu tempat wisata sejarah di Jakarta adalah Museum Sumpah Pemuda. Sebuah museum yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia. Beralamatkan di jalan Kramat Raya No.106 Jakarta Selatan. Museum Sumpah Pemuda ini sekarang dikelola oleh kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Jika kalian ingin mengunjungi museum ini, museum ini dibukan setiap hari Selasa – Jumat mulai dari jam 08.00 – 15.00 WIB. Dan untuk hari sabtu dan minggu, museum dibuka mulai dari jam 08.00 – 14.00 WIB. Hari senin dan hari besar nasional museum ini libur.

Museum sumpah pemuda memmiliki berbagai macam koleksi benda bersejarah. Museum ini memiliki koleksi foto-foto dan benda-benda yang berkaitan dengan sejarah sumpah pemuda pada tahun 1928, serta aktifitas dalam pergerakan kepemudaan Indonesia. Museum sumpah pemuda didirikan berdasarkan SK Gubernur jakarta tahun 1972 dan sekarang menjadi benda cagar budaya Indonesia.

Koleksi Museum Sumpah Pemuda

  • Foto kegiatan organisasi pemuda, sebanyak 2.117 koleksi.
  • Bendera organisasi, sebanyak 35 koleksi.
  • Stempel, sebanyak 11 koleksi
  • Biola Wage Rudolf Supratman, sebanyak 1 koleksi
  • Patung dada tokoh pemuda, sebanyak 8 koleksi.
  • Patung tokoh pemuda, sebanyak 11 koleksi.
  • Perlengkapan pandu, sebanyak 9 koleksi.
  • Jaket angkatan 1966, sebanyak 2 koleksi.
  • Kursi, sebanyak 5 koleksi.
  • Lukisan, sebanyak 4 koleksi.
  • Vespa, sebanyak 1 koleksi.
  • Diorama, sebanyak 1 koleksi.
  • Pahatan marmer, sebanyak 3 koleksi.
  • Monumen persatuan pemuda, sebanyak 1 koleksi.
  • Lampu gantung, sebanyak 2 koleksi.
  • Maket gedung museum sumpah pemuda, sebanyak 1 koleksi.
  • Duratran, sebanyak 3 koleksi.
  • Buku saku KBI, sebanyak 1 koleksi.
  • Pewarta IPINDO, sebanyak 4 koleksi.
  • Naskah statemen perjuangan 66, sebanyak 90 koleksi.
  • Statemen perjuangan 66, sebanyak 50 koleksi.
  • Dokumen perjuangan 66, sebannyak 18 koleksi.
  • Buletin KAPPI, sebanyak 60 koleksi.
  • Dokumen Brigade Ade Irma, sebanyak 104 koleksi.
  • Proses persiapan dan pelaksanaan musyawarah luar biasa dan up-grrading se-Indonesia, sebanyak 23 koleksi.
  • KAPPI Djaja Menteng Radja, Djakarta, sebanyak 23 koleksi.
  • KAPI Komisariat Diponegoro 80, Djakarta Raya, sebanyak 8 koleksi.
  • Sambutan gubernur kepala daerah khusus ibukota Djakarta dalam memperingat “Brigadi Merah” Ade Irma, sebanyak 17 koleksi.
  • KAPI Jaya Salemba Raya Djakarta, sebanyak 62 koleksi.
  • KAMI pusat Djakarta, sebanyak 43 koleksi.
  • Statemen angkatan 66 kesatuan AKSI di Jakarta, sebanyak 8 koleksi.
  • Kesatuan AKSI “KAPPI” pusat Djakarta Utara, sebanyak 20 koleksi.
  • Kesatuan AKSI buruh PN Sabang Merauke Djakarta, sebanyak 16 koleksi.
  • Buletin KAMI kons Bandung dan Bogor Djakarta 1967, sebanyak 13 koleksi.
  • KAMI Medan – Sumatera Utara, sebanyak 8 koleksi.
  • KAMI konsultan – Yogyakarta, sebanyak 5 koleksi.
  • Anggaran dasar KAMI, sebanyak 24 koleksi.
  • Inventarisasi statemen angkatan 66, sebanyak 13 koleksi.
  • Piringan hitam, sebanyak 1 koleksi.
  • Piagam penghargaan Wage Rudolf Supratman, sebanyak 2 koleksi.
  • Atlas sekolah zaman Belanda, sebanyak 1 koleksi.
  • Sabuk Hizbul Wathan, sebanyak 1 koleksi.
  • Bintang Mahaputra, sebanyak 1 koleksi.
  • Replika biola Wage Rudolf Supratman, sebanyak 1 koleksi.
Dikutip dari Wikipeda, Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda yang Terlupakan

Sekarang museum sumpah pemuda ini sudah mulai terlupakan. Ketika kami datang ke museum ini. Butuh waktu untuk bertemu pengunjung yang lain di museum ini. Bahkan ketika ditanya ke beberapa pengunjung yang datang ke museum. Mereka datang bukan karena rasa penasaran tapi karena ada tugas / materi kuliah yang menyangkut sumpah pemuda. Karena itu mereke mengunjungi museum sumpah pemuda ini.

Teragisnya memang, objek-objek wisata Sejarah yang ada di Indonesia memang belakangan ini banyak mengalami penurunan. Katakan saja salah satunya adalah museum adam Malik yang sekarang malah seperti rumah hantu. Semoga Museum Sumpah Pemuda ini tidak bernasib sama dengan museum lainnnya.